Tahap Tahap Perkembangan Anak Dalam Belajar Forex




Tahap Tahap Perkembangan Anak Dalam Belajar Forex160Friday, 13 de novembro de 2009 Bagaimana pertumbuhan balitaanak-anak Anda Mari kita lihat tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak. Menurut dr. Kusnandi Rusmil, SpA (K), MM rata-rata pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dapat dilihat sebagai berikut: Umur 0-3 bulan Mengangkat kepala setinggi 45 derajat Menggerakkan kepala dari kanankiri ke tengah Melihat dan menatap wajah Anda Mengoceh espontaneamente atau bereaksi dengan mengoceh Suka tertawa keras Bereaksi terkejut terhadap suara keras Membalas tersenyum ketika diajak bicaratersenyum Mengenal ibu dengan penglihatan, penciuman, pendengaran dan kontak Umur 3-6 bulan Berbalik sobre telungkup ke telentang Mengangkat kepala setinggi 90 derajat Mempertahankan kepala tetap tegak dan stabil Menggenggam pencil Meraih benda yang ada Dalam jangkauannya Memegang tangannya sendiri Berusaha memperluas pandangan Mengarahkan matanya pada benda-benda kecil Mengeluarkan suara gembira bernada tinggi atau memekik Tersenyum ketika melihat gambarmainan yang menarik saat bermain sendiri Umur 6-9 bulan Duduk (sikap tripoid-sendiri) Belajar berdiri, kedua kakinya menyangga sebagian Berat Badan Merangkak meraih mainan atau mendekati seseorang Memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lainnya Memungut 2 benda, masing-masing tangan pegang 1 benda pada saat yang bersamaan Memungut benda sebesar kacang dengan cara meraup Bersuara tanpa arti, misalnya mamama, bababa, papapa. Mencari bendamainan yang dijatuhkan Bermain tepuk tanganciluk ba Bergembira dengan melempar benda Makan kue sendiri Umur 9-12 bulan Mengangkat badannya ke posisi berdiri Belajar berdiri selama 30 detik atau berpegangan di kursi Dapat berjalan dengan dituntun Mengulurkan lenganbadan untuk meraih mainangambar yang diinginkan Menggenggam erat pensil Memasukkan benda Ke muut Mengulang menirukan bunyi yang didengar Menyebut 2-3 suku kata yang sama tanpa arti Mengeksprolasi sekitar, ingin tahu, ingin menyentuh apa saja Berekasi terhadap suara perlahanbisikan Senang diajak bermain ciluk ba Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal Umur 12-18 Bulan Berdiri sendiri tanpa berpegangan Membungkuk memungut mainan kemudian berdiri kembali Berjalan mundur 5 langkah Memanggil ayah dengan kata papa, memanggil ibu dengan kata mama (tergantung mengajarinya, kalau diajari memanggilnya ayah ya akan panggil ayah catatan) Menumpuk 2 kubus Memasukkan kubus di kotak Menunjuk apa yang didinginkan tanpa merengekmenangis, anak bisa mengeluarkan suara yang menyenangkan atau menarik tangan ibu. Memperlihatkan rasa cemburubersaing Umur 18-24 bulan Berdiri sendiri tanpa berpegangan selama 30 detik Berjalan tanpa terhuyung-huyung Bertepuk tanganmelambai-lambai Menumpuk 4 buah kubus Memungut benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk Menggelindingkan bola ke arah sasaran Menyebut 3-6 kata yang mempunyai arti Membantumenirukan pekerjaan rumah tangga Memegang cangkir sendiri, belajar makan minir sendiri Umur 24-36 bulan Jalan naik tangga sendiri Dapat bermain dan menendang bola kecil Mencoret-coret pensil pada kertas Bicara dengan baik, menggunakan 2 kata Dapat menunjuk 1 atau lebih bagian tubuhnya ketika diminuta Melihat Gambar dan dapat menyebut dengan benar nama 2 benda atau lebih Membantu memungut mainland sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminuta Makan nasi sendiri tanpa banyak tumpah Melepas pakaiannya sendiri Umur 36-48 bulan Berdiri 1 kaki 2 detik Melompat kedua kaki diangkat Mengayuh sepeda roda tiga Menggambar garis Lurus Menumpuk 8 bu Ah kubus Mengenal 2-4 warna Menyebut nama, umur, tempat Mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan Mendengarkan cerita Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri Bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan Mengenakan sepatu sendiri Mengenakan celana panjang, kemeja, baju Umur 48 -60 buldi Berdiri 1 kaki 6 detik Melompat-lompat 1 kaki Menari Menggambar tanda silang Menggambar lingkaran Menggambar orang dengan 3 baguh bagian Mengging baju atau pakaian boneka Menyebut nama lengkap tanpa dibantu Senang menyebut kata-kata baru Senang bertanya tentang sesuatu Menjawab pertanyaan dengan kata - Kata yang benar Bicaranya mudah dimengerti Bisa membandingkanmembedakan sesuatu dari ukuran dan bentuknya Menyebut angka, menghitung jari Menyebut nama-nama hari Berpakaian sendiri tanpa dibantu Menggosok gigi tanpa dibantu Bereaksi tenang dan tidak rewel ketika ditinggal ibu Umur 60-72 bulan Berjalan lurus Berdiri dengan 1 kaki Selama 11 detik Menggambar dengan 6 bagi Um menggambar orang lengkap Menangkap bola kecil dengan kedua tangan gambar Menggambar segi empat Mengerti arti lawan kata Mengerti pembicaraan yang menggunakan 7 kata atau lebih Menjawab pertanyaan tentang benda terbuat dari apa dan kegunaannya Mengenal angka, bisa menghitung angka 5 -10 Mengenal warna-warni Mengungkapkan Simpati Mengikuti aturan permainan Berpakaian sendiri tanpa dibantu Namun perlu diketahui bahwa tiap anak itu berbeda-beda pertumbuhannya. Ada anak yang berjalan duluan, tapi bicara belum jelas. Ada juga yang bicara duluan, berjalannya belakangan. Ada anak yang umur 2 tahun tapi susah bicara, jalan sudah lancar atau malah sudah berlari-lari, tapi tiap kali ditanya cuma diam saja. Rata-rata anak sekarang umur 1 tahun sudah dapat berjalan, bahkan Salma umur 10 bulan sudah berjalan. Lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak-anak. Nikmatilah jadi ibu atau orang tua, melihat perkembangannya setiap hari, bercengkerama dengan si buah hati, ada kedekatan batin yang di dapat si buah hati, orang tua juga bahagia melihat tumbuh kembang balitanya yang begitu cepat, sehat, lincah dan menggemaskan. Saat-saat ini adalah saat yang tak akan terulang kembali. Sepertinya baru kemarin merangkak, tidak terasa sekarang anakku yang cantik sudah dapat berjalan dan dapat memanggil papa. Itulah indahnya dunia anak-anak. Jangan lewatkan masa-masa yang indah dengan anak-anak, kecuali bagi mereka yang tidak bisa setiap hari berkumpul dengan keluarga karena pekerjaan. Tags: tahap-tahap pertumbuhan anak, tahap-tahap pertumbuhan dan perkembangan anak, anakbalita mulai mengenal ibunya, tahapan tumbuh kembang anak-anakbalita, anakbalita mulai mengenal benda-benda disekitarnya, perkembangan tiap anak berbeda-beda, anakbalita mulai berdiri, anakbalita mulai mengucapkan Kata-kata, anak mulai mengenal angka, anak mulai berhitung, anak mulai mengenal warna, anak menghitung jarinya sendiri, anak mulai menulis, anak mulai bisa berpakaian sendiri. Wahhh dulu slam waktu umur 2 taun, sudah bisa lari kayaknya hehehe tapi kapan ya, lupa lupa ingat gitu An. N, laki-laki, 3 tahun, dibawa por kakeknya ke puskesmas dengan keluhan cucunya senang sekali memakan pasir, pecahan genting dan kerikil. Dari anamnesa diketahui kalau ayah an. N telah meninggalkan nya sejak berusia 6 bulan, ibunya menjadi TKW di Arab Saudi sejak an. N berusia 2 tahun. Sehari-hari ia tinggal bersama kakeknya. Kebiasaan an. N tersebut sejak 8 bulan yang lalu. Meskipun kakek nya melanrang, an. N masih tetap punya kebiasaan tersebass sampai sekarang bagaimana kaitan antara kebiasaan an. N dengan pertumbuhan dan perkembangan an. N kcruut, dengan kebiasaannya memakan pasir, pecahan genting dan kerikil tersebut, tentu si anak kekurangan zat2 gizi. Secara phisik bisa saja ia terlihat seperti anak-anak normal lainnya, tetapi mungkin ada yang kurang di sisi lainnya. Terimakasih infonya, boleh kah saya copy sebagai lampiran makalah saya. Nanti saya cantumkan sumbernya: dr. Kusnandi Rumli, SP. A (K) iche, boleh, silakan. Dan semoga benar beliau yang menulis. Benar. Begitulah yang saya rasakan saat ini, ingin selalu dekat dengan buah hati. Sekarang anak saya berusia 4 bulan. Informacao yang menarik. Anak saya udah berumur 8 bulan sekarang. Sedang lucu2nya. Wah. Menarik sekali artikelnya, terima kasih insyaAllah bermanfaat. Tapi saya jadi pengen compartilhando dikit nih, anak saya sekarang umur 9 bulan, tapi belum bisa duduk sendiri dan merangkak, kalopun duduk dibantu pake tangan (tapi kita ga menariknya, tangan cuma buat pegangan dia), trus bisanya merayap pake perut dan siku, bukan Merangkak. Saya uda coba terus kasih dia stimulasi dengan ngasih contoh dan mainan, tapi tiap kali uda dalam posisi merangkak ujung-ujungya dia merayap juga. Gimana ya baiknya. Atau mungkin bisa kasih tau cara ngasih stimulasi yang tepat supaya dia bisa duduk sendiri dan mau merangkak makasi sebelumnya, syuqron jazakallah khaer bunda akmal, gpp bunda, tiap anak itu berbeda, kadang tidak melewati tahap merangkak (anak saya yg satu tidak merangkak, setelah bisa Jalan baru dia kadang merangkak, hehe.). Nikmatilah semua proses tumbuh kembangnya, karena itu gak akan terulang. Saat kita mengetahui setiap tahapan yg dilaluinya, itu adalah hal luar biasa. Makasih Bunda infonya, mmg tiap anak punya 39waktunya39 sndri. Dulu Putriku Adiba (17bln) jalan usia 9bln, skrg sdh bisa menulisbrjalan mundurnaik turun tanggamelepas pkaian sndrimeniru pekerjaan org dwasamakan minum jg sdh sendiri tanpa tumpah. Bersyukur sekali, Untuk dapat menguasai sistem bahasa agar digunakan untuk berkomunikasi secara sempurna, anak-anak membutuhkan tahap-tahap untuk menguasainya. Tahap-tahap perkembangan bahasa anak, yaitu: perkembangan bahasa usia bayi, perkembangn bahasa masa kanak-kanak usia dini, dan perkembangan bahasa usia menengah dan akhir. 1. Perkembangan Bahasa Usia Bayi Pada umunya bayi bisa mengucapkan kata-kata pada usia 3 sampai 6 bulan. Ocehan yang sering diucapkan pada usia tersebut antara lain: kata baa, maa, paa. Selanjutnya akan berkembang dengan dapat mengucapkan nama-nama orang yang diangggapnya penting (mama, papa), binatang (pus, ayam), kendaraan (mobil) atau ucapan selamat (daa). Pada tahap selanjutnya anak-anak yang berusia 18 sampai 24 bulan, telah mulai mengucapkan pernyataan dengan dua kata, misalnya: kakak pukul, lihat kucing, dimana ibu 2. Perkembangan Bahasa Usia Dini Sebelum memasuki usia sekolah, biasanya anak-anak akan mengalami kesulitan dalam Mengucapkan kata, seperti: strika, start. Pada usia ini anak telah mampu mengucapkan lebih dari dua kata misalnya, Ini Ibu Budi dan Ibu pergi ke pasar. Dan ketika anak mencapai usia SD, mereka akan lebih trampil dalam meyusun sebuah kalimat yang panjang. Misalnya, Orang yang bertamu di rumahku berasal dari Jacarta. 3. Perkembangan Bahasa Usia Menengah dan Akhir Pada usia menengah, anak dalam menggunakan bahasa yang sebelumnya hanya berupa bentuk bahasa sekarang menjadi isi dan penggunaaan bahasa. Bahasa kreatif anak pada usia menengah dapat didengar dalam bentuk nyanyian atau dolanan. Pada usia akhir, anak-anak akan memperbanyak perbendaharaan kosa katanya dengan cara membaca berbagai tulisan, baik itu dari buku bacaan, majalah, maupun surat kabar, sehingga anak lebih mudah dalam hal menulis. Dalam penggunaan bahasa setiap tahapan perkembangan anak mempunyai karakter bahasa yang berbeda 8211 beda. Tahapan itu meliputi pertama tahap usia bayi umur 10 hari sampai 6 bulan, pada masa ini anak mulai bias mengoceh misalnya mengucapkan kata baa, maa, paa. Kedua perkembangan anak usia dini pada usia 1 sampai 6 tahun, pada masa ini anak sudah mulai mengucapkan beberapa kata yang yang mempunyai fonem yang sulit. Ketiga perkembangan bahasa pada usia sekolah, pada masa ini anak sudah sangat kreatif karena anak mulai mengembangkan bahasanya dengan bentuk nyanyian, sajak, dan perman. Dengan bahasa manusia dapat memberi nama kepada segala sesuatu baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Semua benda, nama sifat, pekerjaan, dan hal yang yang abstrak, diberi nama. Dengan demikian, segala sesuatu yang pernah diamati dan dialami dapat disimpannya, menjadi tanggapan-tanggapan dan pengalaman-pengalaman kemudian diolahnya (berpikir) menjadi pengertian-pengertian. Perkembangan bahasa sangat berpengaruh terhadap pola pikir anak intelegensi, emosional, dan tingkah laku anak. Dalam makalah ini akan dipaparkan suatu masalah tentang perkembangan bahasa anak dan implikasinya dalam proses pembelajaran. Bahasa (idioma) merupakan sebarang bentuk komunikasi di antara orang-orang, baik yang bersifat verbal maupun gerak isyarat dan sikap, penggunaan lambang-lambang dalam komunikasi. (Kamus umum psikologi). Bahasa merupakan alat sosialisasi dan merupakan dasar perkembangan intelegensi (Pof. Dr. Utami Munandar, 1995: 153). Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. O Symeru, 2004, p. 118). (Tyleran, 2004: 118) Tercakup semua cara untuk berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk lambang atau simbol untukmengungkapkan suatu pikiran, seperti dengan menggunakan lisan, tulisan, isyarat, bilangan, lukisan, dan mimic muka. (Syamsu Yusuf, 2004: 118). Dari beberapa pengertian bahasa diatas dados disimpulkan bahwa bahasa adalah suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi untuk melakukan aktivitas social sehari-hari. Perkembangan kemampuan berbahasa merupakan konvergensi dari faktor bawaan dan proses belajar dari lingkungannya. Apabila hanya mengandalkan faktor bawaan yang diturunkan oleh orang tua maka hasilnya tidak berkualitas. Karena, lingkungan juga merupakan pembentuk kepribadian anak yang didukung oleh cara berbahasanya. Lingkungan hendaknya dapat memenuhi kriteria yang dapat memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar dan berlatih mengembangkan kemampuan bahasa. Berdasarkan prinsip dalam perkembangan bahasa, implikasinya terhadap perkembangan anak adalah anak dapat lebih leluasa dalam mengembangkan kemampuan bahasanya dalam kehidupan sehari-hari. Semakin banyak kosakata yang dimiliki oleh anak maka anak akan lebih mudah bergaul dengan teman sebayanya. Bahasa merupakan alat komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga jika seorang guru SD ingin mendapatkan hasil pendidikan yang ideal maka diperlukan bahasa yang komunikatif, dan menggunakan bahasa anak dari pada bahasa orang dewasa.